Pengagum rahasia

Pagi datang dengan rasa curiga di jiwa
Siapa pengisi baru di dalamnya
Seakan sanu bari bertanya dia kah selanjutnya?
Wanita berparas timur tengah dengan kelopak mata seperti panda
Bersenyum senduh seperti syair penenang gundah
Notifikasi pesan yang masuk darinya menjadi nada favoritku
Cerita yang dia kisahkan menjadi dongeng terindahku
Pertanyaan yang di lontarkan seakan membuatku harus menjawab lebih dan lebih agar dia tak kecewa
Mungkin itu hanya imajinasi gilaku yang terbentur otak
yang tak pernah berontak karena sebuah kenyamanan
berpura pura bodoh demi sebuah rasa yang ntah muncul karena apa
mengaguminya dari jauh tak dosakan ? walaupun dia sudah bahagia dengan pangerannya?
Semoga kau bukan seperti senja yang indah tapi hanya sementara
Tidak seperti mentari yang menyinari tapi merusak mata ketika di pandang
Tidak seperti rembulan yang terus berubah bentuk dan bersinar karena pantulan
Baru kali ini aku berani mengejar seseorang yang kukagumi
Di awal aku sudah menyerah karena sifat dinginnya
Tapi tubuh ini seakan terus menginginkannya bagai cinderela yang ingin pergi ke pesta
Ah sadar diri saja, orang berasajak gila sepertiku bisa apa?
Tapi dengan mengenalnya aku berlajar bahwasanya ada ciptaan tuhan yang lebih indah dari senja
Aku belajar sesungguhnya cinta hanya merelakan, ya merekannya dengan pangerannya yang sudah membuat rangkaian kebahagiaan di taman surga
Maaf ku hanya pengagum dengan sajak gila




                                            






Komentar