Wanita Berparas Senja

Untuk Kau yang dingin terselip angin rindu
Sang mentari hilang berganti warna
Senja memerah dengan senyuman merona
Wahai wanita pujaan jiwa
Kau pergi berkelana berganti raga
Entah apa yang kau cari
Kau terus mengalir di bawah sungai Yang tak berhulu
Engkau berlabuh di dermaga yang baru
Dengan sebuah rasa yang baru  tumbuh
Rasa itu bermekaran bagai bunga di taman surga
Mungkin yang ku beri hanya sebatas kata bersajak gila
Dengan bumbu berperasa Manis di telinga
Dengan sederhana aku menyajikan itu semua
Mungkin………
Jawaban do’a dari tuhan sudah jelas kau bukan ending dari sebuah cerita nyata
Rangkailah cerita indahmu seindah sakura di musim gugur
Hingga bahagia menghampirimu
Semoga bahagia wahai wanita yang kukira tulang rusukku


Komentar