Surat Cinta Untuk Panda
Hai cantik
Sudah sampaikah rasa yang ku titipkan pada
malam?
Kalau
belum, coba liat bintang ada satu yang bersinar terang
Senyumlah
dengan senyum yang selalu kau bilang manis itu
Tataplah
bintang itu nanti ia akan bercerita tentang diriku
Tentang sesosok
orang bodoh yang selalu menyebut namamu di sujud terakhirnya
Setiap
malam aku bercerita pada tuhan tentang sesosok tuan putri
Dengan mata
indah yang dihiasi pelangi di bawahnya
Dengan
seyuman manis yang setiap lekukannya membawa bahagia
Dengan paras
muka yang indah seperti senja
Setangkai
mawar akan malu jika di pegangmu
Gugur
menjatuhkan kelopaknya karena ia malu di pandangmu
Banyak
keluh kesah yang kau ceritakan
Tapi tak
pernah kulihat rasa takut di mata panda mu
Aku orang
yang tak ingin melihatmu menangis
Ketika kau
menangis aku hanya akan mentertawaimu
Bukan karena
aku jahat, tapi karena aku tau bahwa tuan putri tidak selemah itu
Senja,
jingga dan cinta
Senja datang
tapi ia hanya ingin berpamitan pulang
Dengan warna
jingga yang penuh rasa bimbang
Tapi karena
cinta ia akan terus datang kepada orang yang sering memikirkan
Sebuah rasa
yang datang tanpa di undang
Yang tumbuh
tanpa adanya perawatan
Yang berbuah
dengan kebahagiaan
Aku ingin
memilikimu tapi aku cukup bodoh untuk bersamamu
Apa jadinya
nanti jika tuan putri dengan seorang kuli pena
Cukup tau
diri saja itu sudah bahagia
Memori
otak memutar semua kisah yang singkat
itu
Aku bingung
di buat candu
Karena
sebuah rasa yang selalu berkeinginan denganmu
Aku hanya
bisa berharap tidak akan lebih dari itu
Semoga bahagia
selalu bersamamu tuan putriku

Komentar
Posting Komentar